ANTARA ATHENA DAN DETAK YANG JEDA
ANTARA ATHENA DAN DETAK YANG JEDA BAGIAN 1: SEMENTARA DI BELAHAN BUMI YANG BERBEDA Matahari baru saja memanjat langit timur, menyebarkan rona emas yang hangat di atas atap-atap rumah. Di dalam kamarnya, Zarfa menggeliat pelahan. Kelopak matanya terbuka lambat, menyisakan sisa-sisa mimpi semalam yang perlahan mengabur diterpa cahaya pagi. Hal pertama yang ia lakukan sebuah kebiasaan yang telah menjelma menjadi kebutuhan mutlak adalah meraba-raba permukaan nakas, mencari benda pipih bernama ponsel pintar miliknya. Ketika layar menyala, senyum langsung terukir di wajahnya yang masih polos tanpa riasan. Sebuah notifikasi pesan muncul di sana. Nama pengirimnya selalu berhasil membuat dada Zarfa menghangat ‘Zain’. Zain adalah poros dari sebagian besar harinya. Pemuda itu berada sangat jauh, terpisahkan oleh samudra, benua, dan bentangan jarak ribuan kilometer. Zain tinggal di sebuah negeri yang masyhur dengan kisah para dewa dan arsitektur marmer putih yang megah, sebuah tem...